Judul : Pendidikan karakter anak usia dini pada abad ke-21 Jurnal : O bsesi Volume & halaman : 1 issue 1. 52-61 Tahun :...

REVIEW JURNAL 1



Judul : Pendidikan karakter anak usia dini pada abad ke-21
Jurnal : Obsesi
Volume & halaman : 1 issue 1. 52-61
Tahun : 2017
Penulis : Yenni Fitra Surya
Reviewer : Achmad Chumaidi
Tanggal : 06 Mei 2020
Tujuan Penelitian : Bertujuan untuk mewujudkan suatu sistem dengan iklim pendidikan nasional yang demokratis dan bermutu guna memperteguh akhlak mulia , kreatif, inovatif, berwawasan kebangsaan, cerdas, sehat, berdisiplin, dan bertanggung jawab, berketrampilan sertamenguasai ilmu pengetahuan dan teknologi dalam rangka mengembangkan kualitas manusia indonesia.
Subjek Penelitian : Pendidikan anak usia dini pada abad ke-21
Analisis Data : Pendidikan karakter pada abad 21 sesungguhnya tidak bsa dilepaskan dari program pendidikan pada umumnya. Karena itu, untuk memahami makna pendidikan karakter tidaklah bisa dilepaskan dari makna pendidikan itu sendiri. Landasan pendidikan nasioanal Indonesia sesungguhnya adalah pembentukan karakter kehidupan berbangsa. Demikian pula dengan berakar pada niai-nilai agama, kebudayaan nasional Indonesia,dan tanggap terhadap tuntutan perubahan jaman jelas menunjukkan bahwa jiwa atau roh pendidikan nasional itu sesungguhnya pembentukan karakter atau kepribadian bangsa indonesia yang bersumber dari nilai-nilai agama, nilai-nilai luhur kebudayaan nasional, dan nilai-nilai yang tumbuh dan berkembang dalam pertumbuhan dan perkembangan jaman    
Metode Penelitian : Metode penelitian yang digunakan adalah kajian pustaka.
Hasil Penelitian : Pendidikan karakter mengambil aspek yang dominan dan utama dalam pelaksanaan program pendidikan. Demikian pula pendidikan karakter mengambil domain yang terdalam dan kompleks dalam pengembangan kompetensi manusiawi. Sangatlah tidak mudah, karena itu, untuk melakukan dan mengembangkan satu pendekatan pendidikan karakter yang efektif dan efisien. Pendidikan karakter pada abad 21 sesungguhnya merupakan proses pemberdayaan (empowering) potensi peserta didik proses humanisasi (humanizing). Sebagai proses pembudayaan (civilizing). Sebagai proses pemberdayaan, pendidikan karakter pada dasarnya adalah usaha sadar untuk memberdayakan dan mengembangkan seluruh potensi peserta didik untuk membentuk karater baik (good character). Pada hakikatnya tidak ada proses pendidikan yang bebas nilai maka model-model pembelajaran pendidikan karakter pada abad 21 yang berbasis pada pendidikan nilai dan moral yaitu model pembelajaran penanaman nilai, berbasis pengembangan penalaran moral, analisis nilai  dan project citizen,  efektif digunakan membantu peserta didik mengembangkan kompetensi menjadi warga negara yang baik dalam arti demokratis dan partisipatif.
Kekuatan : Pendidikan karakter dapat menjadi pisau bermata dua dan  di satu sisi pendidikan karakter dapat memacu dan meningkatkan kemampuan intelektual dan akademis.
Kelemahan : Pada era modern serta menjalarnya arus globalisasi membuat sebagian tujuan dari nasional bangsa tersebut menjadi terhambat bahkan dapat dikatakan rusak.

REVIEW JURNAL 2

Judul : Implementasi pembelajaran karakter anak usia dini di paud anak kita presschool samarinda
Jurnal : Pendas mahakam             
Volume & halaman : 3(1). 8-19
Tahun : 2018
Penulis : Heppy Liana, Budi Rahardjo, hasbi sjamsir
Reviewer : Achmad Chumaidi
Tanggal : 06 Mei 2020
Tujuan Penelitian : Tujuan utama pada penelitian adalah guna membangun bangsa yang tangguh,  dengan masyarakat yang memiliki akhlak mulia, memiliki moral, bertoleransi dan juga bergotong-royong.
Subjek Penelitian : Penelitian ini dilaksanakan dengan subjek penelitian anak paud anak kita preschool samarinda yang terdiri dari 60 anak, 1 orang pengelola, dan 9 orang tenaga pendidik dan tenaga kependidikan.
Analisis Data : fokus penelitian ini berkaitan dengan aktivitas guru, anak, dan penyelenggara dalam implementasi pembelajaran nilai-nilai karakter anak usia dini pada anak kita presshool samarinda pada saat proses pembelajaran.oleh karena itu pendekatan yang cocok digunakan adalah kualitatifdeskriptif.
Metode Penelitian : Jenis penelitian ini tergolong Penelitian Tindakan Kelas (PTK)
Hasil Penelitian : Dari hasil penelitian yang telah dilakukan berkaitan dengan penanaman nilai karakter pada anak usia dini anak kita preschool adalah sebagai berikut :
1.      Implementasi pembelajaran nilai-nilai karakter pada anak usia dini di anak kita preschool meliputi pendidkan karakter : (1) religius (2) jujur (3) disiplin (4) mandiri (5) kerja keras (6) tanggung jawab (7) kreatif (8) peduli lingkungan. Dilakukan melalui kegiatan pembelajaran sehari-hari didalam serta sentra dan kegiatan penunjang tema saat Outdoor Activity dengan strategi pendekatan antara lain melalui keteladanan (metode penanaman nilai karakter dengan memberi contoh yang baik berupatingkah laku, sifat, dan cara berfikir) ,pembiasaan (cara penanaman nilai karater yang dilakukan secara teratur dan berkesinambungan untuk melatih anak agar memiliki kebiasaan yang baik), metode cerita  (menanamkan nilai karakter yang menggunaan cerita yang berisi kejadian yang dialami seseorang, kelompok, atau orang lain), metode nasehat (penanaman nilai karakter pada anak dengan menggunakan nasehat)  telah menunjukan dampak yang positif untuk tumbuh kembang anak.
2.      Faktor-faktor pendukung dan penghambat penanaman nilai-nilai karakter pada anak usia dini di PAUD anak kita preschool dipengaruhi oleh berbagai pihak yaitu orang tua, anak didik, dan pendidiknya., untuk itu cara yang harus dilakukan oleh PAUD anak kita preschool adalah melakukan sosialisasi program sekolah khususnya dalam penanaman nilai karakter keterlibatan orang tua sangat berpengaruh.
Kekuatan : Menggunakan bahasa yang mudah dimengerti dan pemaparan peneliti sangat jelas.
Kelemahan : Strategi yang dikembangkan pendidik dan pengasuh terkait dengan upaya penanaman nilai-nilai karakter pada anak tidak dilakukan secara khusus.

REVIEW JURNAL 3

Judul : Pendidikan krakter anak usia dini melalui metode pembelajaran field trip
Jurnal : Lentera                            
Volume & halaman : XVII No.1/123-139
Tahun : 2016
Penulis : Patmi Yati, S. Pd., AUD     
Reviewer : Achmad Chumaidi
Tanggal : 06 Mei 2020
Tujuan Penelitian : (1)Dengan melaksanakan field trip diharapkan anak dapat memperoleh pegalaman langsung dari obyek yang dilihatnya. (2) Dapat memuaskan rasa ingin tahu anak dengan memberikan kesempatan pada anak untuk bertanya langsung pada seseorang yang ditemuinya saat field trip. (3) Mengasah kepekaan rasa dan jiwa sosial pada diri anak atas berbagai hal yang ditemui saat field trip.
Subjek Penelitian : PAUD/PAUD ISLAM dari usia 0-6 tahun
Analisis Data : Metode field trip merupakan metode pembelajaran yang memanfaatkan lingkungan sebagai tempat sekaligus sumber beajar bagi siswa, penerapan metode field trip dalam pembelajaran bukan semata mengajak siswa berwisata kesuatu tempat. Akan tetapi, mengajak siswa belajar diluar kelas untuk mengetahui atau menyelidiki kebenaran pengetahuan yang didapat siswa di dalam kelas.
Metode Penelitian : Metode field trip
Hasil Penelitian : Dalam metode field trip selain anak mendapatkan pengetahuan (ranah kognitif) dimana anak mendapatkan informasi yang menguatkan , informasi yang mereka dapatkan didalam kelas, anak juga dapat melihat langsung berbagai aktivitas dan hasil yang didapat dari aktivitas sosial sekitar mereka. Pendidikan karakter melibatkan penanaman pengetahuan, kecintaan dan penanaman perilaku kebaikan yang menjadi sebuah pola/kebiasaan. Nilai-nilai karakter yang dipandang ideal dansangat penting di internalisasikan ke dalam setiap jiwa anak usia dini mencakup nilai-nilai berikut : kecintaan terhadap Tuhan YME, kejujuran, kerjasama dan gotong royong, hormat, sopan santun, tanggung jawab, kerja keras, kepemimpinan dan keadilan, kreatif, rendah hati, peduli lingkungan serta cinta bangsa dan tanah air. Kesemua nilai karakter diatas dapat ditanamkan dengan berbagai metode pembelajaran di PAUD. Metode field trip merupakan metode yang tepat dalam kaitanya menanamkan pendidikan karakter anak usia dini karena sangat sesuai dengan karakteristik anak yakni menyukai hal-hal yang baru dan menantang, bersifat konkrit, serta dapat memuaskan rasa ingin tahu anak.
Kekuatan : (1) Anak didik memperoleh pengalaman belajar yang tidak didapatkan di sekolah, sehingga kesempatan tersebut dapat mengembangkan bakat khusus atau keterampilan siswa. (2) Anak didik dapat mempelajari sesuatu secara intensif dan komperehensif. (3) Anak didik dapat mengamati kenyataan-kenyataan yang beraneka ragam dari dekat.
Kelemahan : Memerlukan persiapan yang melibatkan banyak pihak , memerlukan waktu yang cukup lama, memerlukan biaya yang relatif tinggi, memerlukan pengawasan yang ketat agar siswa fokus terhadap tugasnya, serta laporan hasil karya wisata biasanya diserahkan tidak tepat waktu.
KESIMPULAN;
Pendidikan karakter mengambil aspek yang dominan dan utama dalam pelaksanaan program pendidikan. Demikian pula pendidikan karakter mengambil domain yang terdalam dan kompleks dalam pengembangan kompetensi manusiawi. melalui kegiatan pembelajaran sehari-hari didalam serta sentra dan kegiatan penunjang tema saat outdoor activity dengan strategi pendekatan antara lain melalui keteladanan, pembiasaan, metode cerita, metode nasehat  telah menunjukan dampak yang positif untuk pertumbuhan dan perkembangan anak. Nilai-nilai karakter yang dipandang ideal dansangat penting di internalisasikan ke dalam setiap jiwa anak usia dini mencakup nilai-nilai seperti, kecintaan terhadap Tuhan YME, kejujuran, kerjasama dan gotong royong, hormat, sopan santun, tanggung jawab, kerja keras, kepemimpinan dan keadilan, kreatif, rendah hati, peduli lingkungan serta cinta bangsa dan tanah air.







0 komentar: